Tag Archives: asesmen pembelajaran

Kurikulum Merdeka Lebih Fleksibel dari K-13

Kurikulum Merdeka lebih fleksibel karena memberi kesempatan kepada sekolah dan guru untuk menyusun pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Perubahan ini menjadi pembeda penting dari K-13, yang dikenal memiliki struktur Game slot 5rb cukup rinci dan penilaian yang luas.

Yuk lihat keunggulan ini dari sisi kelas sehari-hari. Dalam proses belajar, tidak semua siswa dapat memahami materi dengan kecepatan yang sama. Ada yang cepat menangkap penjelasan, tetapi ada juga yang membutuhkan contoh tambahan, latihan ulang, atau pendekatan berbeda.

Kurikulum Merdeka Lebih Fleksibel untuk Guru

Kurikulum Merdeka yang diatur secara nasional melalui Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 memberi kerangka baru pada pendidikan dasar dan menengah. Aturan tersebut kemudian tercatat telah diubah dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

Dalam pelaksanaannya, guru memiliki ruang untuk mengatur strategi pembelajaran. Guru bisa memilih cara mengajar yang paling sesuai, seperti diskusi, praktik, pengamatan, proyek, atau kegiatan berbasis masalah.

K-13 Lebih Terikat pada Banyak Penilaian

K-13 menilai siswa dari aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Secara konsep, hal ini baik karena melihat siswa secara utuh. Namun, dalam praktik kelas, guru bisa merasa terbebani jika harus menilai banyak aspek sekaligus dengan administrasi yang panjang.

Kurikulum Merdeka mencoba menyederhanakan arah pembelajaran agar guru lebih fokus pada capaian penting. Penilaian tetap ada, tetapi lebih diarahkan untuk memahami perkembangan siswa dan membantu perbaikan belajar.

Siswa Mendapat Ruang Belajar yang Lebih Nyaman

Ketika Kurikulum Merdeka lebih fleksibel, siswa dapat belajar dengan suasana yang tidak terlalu terburu-buru. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak memahami alasan di balik suatu materi.

Pendekatan seperti ini dapat membantu siswa lebih berani bertanya. Guru pun bisa menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan, tanpa harus memaksakan semua anak berada pada ritme yang sama setiap waktu.

Fleksibel Bukan Berarti Bebas Tanpa Arah

Meski lebih luwes, Kurikulum Merdeka tetap memiliki capaian yang harus dicapai. Fleksibilitas bukan berarti guru mengajar tanpa perencanaan, melainkan memberi ruang untuk memilih jalan terbaik menuju tujuan pembelajaran.

Dibanding K-13, Kurikulum Merdeka terasa lebih dekat dengan kebutuhan kelas modern. Siswa belajar lebih bermakna, guru lebih leluasa berinovasi, dan sekolah dapat menyesuaikan pembelajaran dengan karakter peserta didik.